Berita Terbaru

Korban Penganiayaan Di Pulokerto membuat laporan ke Polsek Gandus.

Gambar
  Korban Penganiayaan Di Pulokerto membuat laporan ke Polsek Gandus. Sumsel,ibacabaca.com_.  K etua Umum Persatuan Pendamping Aspirasi Masyarakat (PPAM) Indonesia, Effendi Mulia, SH bersama Ketua DPD PPAM Indonesia Kab. Ogan Ilir Aidil Fitri mendampingi korban penganiayaan Erman untuk mencari keadilan dengan melaporkan kepada kepolisian Polsek Gandus, Palembang. Diketahui bahwa korban Erman menceritakan permasalahan yang menimpa diri nya kepada Aidil Fitri, Ketua DPD PPAM Indonesia Kab. Ogan Ilir. “Saya dituduh mencuri pakaian celana panjang yang kemudian saya dicekik oleh bapak si pelaku (R) dipaksa untuk mengakuinya dan dipukulnya”, ujar Erman kepada Aidil Fitri, Kamis malam (11/04/24). Atas kejadian tersebut ketua DPD PPAM Indonesia Kab. Ogan Ilir, Aidil Fitri membawa korban ke Rumah Sakit untuk periksa, Kamis malam (11/04/24). Ketua DPD PPAM Kab Ogan Ilir, Aidil Fitri  langsung merespon cepat pengaduan Erman dengan membawa korban untuk ke Rumah sakit memeriksa keadaannya dan segera

Tasyakuran Warga baru PSHT Ranting Kecamatan Gandus Cabang kota Palembang 24 September tahun 2023 , Sukses dilaksanakan

Tasyakuran Warga baru PSHT Ranting Kecamatan Gandus Cabang kota Palembang 24 September tahun 2023 , Sukses dilaksanakan



Sumsel,ibacabaca.com_. Beladiri merupakan salah satu wasiat dari sejarah di Indonesia, dimana pelopor seni beladiri yang ada di Indonesia salah satunya adalah beladiri pencak silat.

Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang telah berdiri sejak tahun 1922 di provinsi Jawa Timur-Madiun(Pusat). 

Tasyakuran Warga Baru PSHT Ranting Kecamatan Gandus di adakan Di Jl sjakhyakirti Lorong Pancasila RT 41 RW 10, Kecamatan Gandus sukses dilaksanakan (24/09/2023).

Yang hadir dalam tasyakuran Warga baru cabang ranting gandus yakni semua perwakilan Warga PSHT Kita Palembang sekitar 500 warga PSHT yang hadir, Ketua Perwakilan Pusat untuk PSHT Sumsel sekaligus pendiri latihan pertama kali di kecamatan Gandus (Mas Karmun), Ketua Cabang PSHT Kota Palembang (Ir.Sudarto), Ketua Ranting Kecamatan Gandus (Mas Ali Azhari, S.H), Mas Ustadz Kemas Muhammad Ali, kemudian juga yang turut hadir ada juga Danranmil 418-01/Mry Kpt Inf Indra Sakti Ritonga, lalu Ustadz H.Syamsul Bahri, Ustadz Abdul Khoir, Ketua Rt.01(Bpk.Junaidi), Ketua RT.30 (Bpk Panut), Ketua RT 01 (Bpk.Nazili).

Tasyakuran Warga baru ranting kecamatan Gandus dimulai dengan membacakan Al-Qur'an yang dibacakan oleh salah satu warga PSHT (Mas Fauzi, S.H).

Ali Azhari, S.H selaku Ketua Ranting Gandus mengatakan " Saya merasa bangga dan mendoakan agar saudara-saudara kita yang maju sebagai caleg anggota Dewan baik itu didaerah maupun di provinsi agar diberikan kelancaran dalam niat nya untuk kebaikan masyarakat",ia pun sedikit menjelaskan akan berdirinya PSHT di Indonesia yaitu dikota Madiun pusat provinsi Jawa timur, sejak dari tahun 1922 sampai saat ini tahun 2023 itu sudah 101 tahun(1 abad 1 tahun). 

Masuknya PSHT di Sumsel  pertama kali pada tahun 1976-1977 hingga saat ini terus berkembang yang telah mengesahkan banyak warga PSHT.

Untuk di Sumsel pada tahun 2023 ini memperoleh top 5 pengesahan di kota palembang sebanyak 200 pengesahan warga baru.

Dicabang ranting gandus telah banyak mencetak para atlit dalam pertandingan beladiri  dari porda sampai olimpiade Nasional dan diharapkan akan terus meningkat. "Ungkapnya.

Begitu juga Ketua Cabang Kota Palembang Ir.Sudarto mengutarakan bahwa di PSHT bukan hanya sekadar di ajarkan beladiri akan tetapi yang paling utama adalah rasa persaudaraan dan berbudi luhur, tahu benar dan salah. Dimasa politik saat ini kita sebagai warga PSHT janganlah berpolitik akan tetapi kita punya suara dan suara itu adalah hak nya kita sendiri untuk memilih. Apabila nantinya ada warga kedapatan melewati aturan yang ada atau membuat keributan, maka silahkan di adukan ke cabang Palembang agar diajarkan kembali dan digembleng sesuai aturan yang ada di PSHT. "Ucapnya.

Foto Ustadz H. Kemas Muhammad Ali

Ustadz H. Kemas Muhammad Ali memberikan tausiyah dan sekaligus mengutarakan bahwa banyak yang tidak mampu dan tidak tahan untuk mengikuti latihan di PSHT karena latihan di PSHT sangat keras, disiplin, dan oleh itu maka bagi siswa/I yang masih tahap latihan haruslah mempunyai kesabaran untuk melelui semua masa latihan.

Ustadz Kemas Muhammad Ali pun bercerita sedikit akan dirinya di PSHT, kata beliau " Saya tahun 1994 berangkat ke Jawa timur untuk mengikuti pendidikan di pesantren walisongo-Ponorogo, di tahun 1995 saya ikut latihan PSHT, karena saat itu di pondok belum adanya latihan tidak seperti saat sekarang sudah ada masuk latihan beladiri. Saya saat latihan itu diam-diam keluar dari pondok,setelah ashar saya keluar diam-diam panjat pagar,lalu naik kepohon,turun lompat dari pohon, seberangi sungai dahulu barulah sampai ke latihan dan pulang latihan  seberangi sungai,naik pohon terus ke pagar untuk melompati pagar dan begitu seterusnya. Dan akhirnya tahun 1997 saya di sah kan di Jawa timur pusat Madiun dan saat itu yang mengesahkan saya melalui proses yang ada di PSHT saya dikecer dan disah kan oleh Ketua Umum saat ini yaitu Moerdjoko HW.

Ustadz H. Kemas Muhammad Ali menegaskan bahwa PSHT diajarkan untuk tidak mengutamakan beladiri saja akan tetapi yang diutamakan adalah rasa persaudaraan serta diajarkan berbudi luhur tahu benar dan salah, dimana dari semua organisasi yang telah ia amati hanya di PSHT yang memiliki beragam profesi tapi akan menjadi satu dan membaur Kesesama jika sudah berkumpul, derajat,pangkat dan jabatan tidak ada jika sudah dilingkup menjadi warga PSHT. kemudian untuk di tahun politik ini, untuk warga PSHT ia menghimbau tidak boleh berpolitik akan tetapi harus tahu."Ungkapnya.


Kemudian ibacabaca.com yang turut hadir dalam acara tasyakuran mewawancarai salah satu Warga PSHT yang tidak mau menyebutkan namanya mbak warga PSHT Ranting Gandus ini yang juga aktif di berbagai lembaga dan juga organisasi pun angkat bicara perihal tahun politik, ia pun menegaskan bahwa di PSHT  janganlah di jadikan ajang untuk berpolitik akan tetapi boleh harus tahu politik, karena jika kita berpolitik maka kita tidak tahu mana pemimpin yang dipilih akan tetapi jikalau kita tahu politik tentunya kita tahu siapa pemimpin yang harus dipilih."Tegasnya.

Semoga PSHT yang telah tersebar diseluruh Indonesia bahkan di luar negara dan khusunya di palembang senantiasa memegang ajaran dan pedoman yang sudah diterapkan oleh para sesepuh dan seniornya, mendidik dan mengajarkan bukan hanya beladiri saja akan tetapi tujuan PSHT agar menciptakan warga PSHT yang mandiri,tegas,disiplin, serta berbudi luhur,tahu benar dan salah.

Menurutnya mbak apa yang di sampaikan perihal ditahun politik ini ada sekitar 5M dana anggaran dikeluarkan untuk pemilihan calon yang seharusnya  dapat digunakan seperti pembangunan jalan, dan lain-lain untuk kepentingan masyarakat semoga dapat dipergunakan dengan semestinya, akan tetapi jika terdapat adanya penyelewengan dana anggaran pemerintah dalam bentuk apapun juga, saya yang juga warga PSHT sekaligus salah satu pengurus di sebuah LPKSM (Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat)-Yaperma DPD Sumsel siap menerima semua laporan dari masyarakat dalam bentuk perkara apapun juga untuk team kita segera menindak lanjutinya, Tutupnya". 



ibacabaca.com

By:(Sep)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Honorer Di Angkat ASN". Ajukan sebelum 28 November 2023.

Pemprov adakan Pemutihan Kendaraan Bermotor Di Sembilan Provinsi Termasuk Sumsel, Denda Di Hilangkan.