Berita Terbaru

Korban Penganiayaan Di Pulokerto membuat laporan ke Polsek Gandus.

Gambar
  Korban Penganiayaan Di Pulokerto membuat laporan ke Polsek Gandus. Sumsel,ibacabaca.com_.  K etua Umum Persatuan Pendamping Aspirasi Masyarakat (PPAM) Indonesia, Effendi Mulia, SH bersama Ketua DPD PPAM Indonesia Kab. Ogan Ilir Aidil Fitri mendampingi korban penganiayaan Erman untuk mencari keadilan dengan melaporkan kepada kepolisian Polsek Gandus, Palembang. Diketahui bahwa korban Erman menceritakan permasalahan yang menimpa diri nya kepada Aidil Fitri, Ketua DPD PPAM Indonesia Kab. Ogan Ilir. “Saya dituduh mencuri pakaian celana panjang yang kemudian saya dicekik oleh bapak si pelaku (R) dipaksa untuk mengakuinya dan dipukulnya”, ujar Erman kepada Aidil Fitri, Kamis malam (11/04/24). Atas kejadian tersebut ketua DPD PPAM Indonesia Kab. Ogan Ilir, Aidil Fitri membawa korban ke Rumah Sakit untuk periksa, Kamis malam (11/04/24). Ketua DPD PPAM Kab Ogan Ilir, Aidil Fitri  langsung merespon cepat pengaduan Erman dengan membawa korban untuk ke Rumah sakit memeriksa keadaannya dan segera

"Masyarakat Kecewa dan Merasa diRugikan"-Posko Caleg DPRD Kota Palembang Janadha Raymoond Andriaansz di datangi Warga.

"Masyarakat Kecewa dan Merasa diRugikan"-Posko Caleg DPRD Kota Palembang Janadha Raymoond Andriaansz di datangi Warga.



Sumsel,ibacabaca.com_. Seperti yang telah kita ketahui jika pemilihan umum serentak diseluruh Indonesia di adakan pada tanggal 14/02/2024. saat ini ada pendukung yang merasa senang dengan hasil perhitungan suara, ada juga yang tidak puas dengan hasil perhitungan suara. 

Beda halnya dengan para pendukung caleg DPRD Kota Palembang Janadha Raymond Andriaansz Dari Partai Gerindra No Urut pilih 10. Posko yang berada di Jl.Makrayu RT 32 RW 11,Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan IB II diketahui warga telah dibuka sekitar 3 bln yang lalu tidak begitu ramai warga pendukung yang datang akan tetapi sekitar 2 bln sebelum pemilu serentak mulai ramai didatangi warga yang mendukung, warga di mintai dukungan dengan cara mengumpulkan KK setiap warga disetiap RT, Kelurahan dan kecamatan masing-masing untuk mendata berapa orang yang ingin mendukung caleg tersebut dengan iming-iming akan dibayarkan kerja keras mereka dari mencari suara pendukung sampai saksi caleg, kemudian warga yang mendukung caleg pun janjinya akan diberikan ongkos jalannya atau biasanya disebut sebagai saweran untuk setiap suara warga yang  mendukung.

Salah satu wartawan yang selalu memperhatikan pergerakan langkah dari posko ini dan juga para warga yang mengumpulkan data mengutarakan bahwa sangat heran di posko ini karena berbeda dengan posko yang lainnya yang tidak terus menerus membuka dan menerima pengumpulan data warga dukungan suara yang dimana jika di posko lain 1 bln atau 2 minggu sebelum pemilu telah ditutup untuk menerima data yang masuk. "Ungkap Sep.

Akan tetapi diposko Caleg JRA ini sampai H-1 menjelang pemilu pun masih menerima berkas pengumpulan data warga. Jadi salah satu warga yang bernama Amril yang memegang koordinasi suara dikelurahan karang anyar,gandus yang  juga selalu melihat situasi di posko menjelaskan bahwa apakah semua berkas yang masuk bisa diselesaikan baik itu pengecekkan data maupun penginputan data.

Mendekati H-3 para warga dan saat itupun masih menerima data yang masuk juga dimintai semua untuk mengerjakan dari pengecekan data  sampai juga ada yang menulis merekapitulasi data. Karena dari awal sistem kerjanya juga hanya secara manual terus menerus menerima data tanpa adanya pengerjaan untuk menyelesaikan yang mengakibatkan menumpukan data terus bertambah. 

Warga yang juga ikut mengerjakan menyelesaikan agar semua data yang masuk selesai di rekap mengutarakan bahwa kesannya jika pembiaran menunjukkan seolah-olah ada unsur kesengajaan agar tidak terselesaikan sehingga bisa menjadi alasan untuk tidak memberikan apa yang dijanjikan caleg tersebut.Ungkap aak Cinde"

Akhirnya yang bekerja siang malam sampai juga dibantu warga H-1 menjelang pemilu semua berkas telah selesai.

H-1 warga pendukung dari koordinator sampai perorangan datang menunggu hasil lelah dan capek mereka yang telah dijanjikan si caleg.




Melalui orang yang bekerja disana(Fitri) menyampaikan bahwa Bapak Ricky yaitu orangtuanya Caleg selama ini yang penghubung semua kegiatan sampai keuangan yang ada diposko. Jika ingin menemui caleg yakni anaknya pasti menemuinya terlebih dahulu." Ia mengatakan kepada pegawai nya dan menginfokannya kepada semua yang hadir Kata bapak dia mau ke bank mengambil dana  membayar semua operasional kerja keras semua pendukung karena jika 1 M yang ada saja belum cukup jadi masih kurang dan mau mengambil penambahan dananya. Setelah ia keluar dengan membawa mobil anaknya pada tanggal:13/02/2024 sekitar pukul: 13.30wib satu jam kemudian pegawainya yang hanya bekerja disana mendapatkan wa dari bapaknya si caleg bahwa dana dibank tidak bisa dikeluarkan,jadi bisa dibayarkan setelah pemilu pada hari Kamis tanggal 15/02/2024 yang artinya itu janjinya setelah pencoblosan, itupun akan dibayarkan jika caleg anaknya menang. Itu sama saja membohongi warga dan pendukungnya, menang atau kalah itu sudah resikonya dari caleg, akan tetapi janji dan keringat orang haruslah dibayar.

Mendengar dan membaca wa yang dikirimkannya itu membuat semua warga dan pendukung yang hadir seperti ibu Novi,aak Cinde,Amril,Ibu Salma,Tiar,Adam,Jun dll merasa sangat kecewa dan mereka pun sangat merasa dirugikan baik itu rugi waktu,tenaga maupun pikiran yang semua telah terfokus disana, seperti contoh para saksi yang telah mendaftar sebagai saksi caleg JRA disana menjadi rugi karena hilangnya mendapat penghasilan mendapatkan kesempatan jadi saksi caleg lain hanya untuk jadi saksi caleg JRA.

Setelah pencoblosan hari Kamis tanggal 15/02/2024  masih ada warga yang datang ke posko, hanya pagar depan saja yang dibuka jadi mereka bisa duduk untuk menunggu akan tetapi tetap yang dijanjikan cuma omongan saja, semua warga yang merasa kecewa dan merasa dirugikan mengutarakan jika ini hanyalah strategi dan akal-akalannya saja, jangan2 ini semua sebagai tameng nya saja untuk dokumentasi mendapatkan anggaran dana bantuan kampaye dari pemerintah, jadi tidak peduli Menang atau kalah yang penting mereka mendapatkan dana tersebut dan tidak harus bekerja 2-3 tahun sudah bisa menikmatinya,"Itu baru dugaan saja. 

Peraturan KPU (PKPU) Nomor 18 Tahun 2023 yang terbit pada 1 September 2023

Untuk calon anggota DPR dan DPRD, sumbangan dana kampanye juga dibatasi paling besar Rp2,5 miliar dari perorangan.

Kemudian, dana kampanye DPR dari perusahaan maksimal mencapai Rp25 miliar. Dilanjut, sumbangan dana kampanye untuk calon anggota DPD maksimal sebesar Rp750 juta dari perorangan. Terakhir, sumbangan dana kampanye calon anggota DPD dari perusahaan paling besar senilai RP1,5 miliar.

Dengan kejadian tersebut banyak warga yang merasa malu dan dirugikan baik itu rugi waktu,tenaga dan pikirannya berharap akan ada pihak yang berwenang, Team pengacara, KPU maupun pemerintah mendengarkan dan mohon bantuan atas keluhan semua warga yang kecewa dan merasa ini adalah penipuan terhadap semua warga atas janji yang di iming-imingkan tersebut, Dimana ini juga menyangkut nama besar dari Gerindra yang kita cintai.



ibacabaca.com

By:(Sep)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Honorer Di Angkat ASN". Ajukan sebelum 28 November 2023.

Tasyakuran Warga baru PSHT Ranting Kecamatan Gandus Cabang kota Palembang 24 September tahun 2023 , Sukses dilaksanakan

Pemprov adakan Pemutihan Kendaraan Bermotor Di Sembilan Provinsi Termasuk Sumsel, Denda Di Hilangkan.